Archive for June, 2005

SOLIDARITAS KEBERSAMAAN

Wednesday, June 15th, 2005

Solidaritas Kebersamaan Solidaritas untuk anak Indonesia .. "Solidaritas Kebersamaan untuk anak Indonesia">Solidaritas Kebersamaan: Gelang Merah Untuk Anak Indonesia

   www.tunascendekia.org      Beli Gelang

Yayasan Tunas Cendekia

21 Feb 2005

Sekelompok orang-orang yang terlalu sibuk mencari duit. Sampai pada satu titik dimana koq ada perasaan bersalah yang muncul. Bisa jadi karena dulu pas zaman kuliah sering berteriak membela rakyat. Tapi nyatanya setelah menjadi bagian dari rakyat malah terlalu asyik jatuh pada rutinitas kerja memikirkan perut keluarga sendiri. Perubahan bisa terjadi jika kita memulainya dari diri sendiri. Walaupun berat memulainya, inilah yang sedang kami coba lakukan.

Pembina  : Yudhistira
Ketua        :  Brenda
Anggota : Rapin, Wahyu, Asep, Tanto, Kiki
Pengawas: Vishnu

VISI:Pendidikan untuk semua anak

Yayasan Tunas Cendekia mempunyai visi bagi pendidikan anak Indonesia: setiap anak layak mendapatkan standar pendidikan yang memadai, dan setiap sekolah harus memiliki sumber daya dan tanggungjawab untuk memenuhi standar tersebut. Setiap kelas memiliki pengajar yang berkualitas.

MISI:Wujudkan Kepedulian, kumpulkan dan distribusikan bantuan serta nyalakan semangat untuk pendidikan…

Yayasan Tunas Cendekia mempunyai misi untuk mewujudkan kepedulian, mengumpulkan dan mendistribusikan bantuan, baik finansial maupun dalam bentuk lainnya, serta menyalakan semangat dalam setiap orang. Untuk digunakan dalam program-program yang mendukung serta meningkatkan kualitas pendidikan anak Indonesia dan menyediakan kesempatan memperoleh pengembangan pendidikan kepada semua komponen masyarakat Indonesia.

Yayasan ini didirikan hanya untuk mengingatkan bahwa masih banyak hal-hal simple yang bisa dilakukan. Fokusnya membantu anak-anak sebagai masa depan bangsa, membantu dengan kemampuan dan kekuatan yang ada, tanpa harus berpikir mau melakukan sesuatu yang dahsyat. Siapa tahu dari bantuan kecil tapi berguna ini bisa menciptakan segelintir generasi bangsa yang nantinya mampu berbuat banyak untuk bangsanya sendiri. Lahirlah seorang pendidik, menteri atau Presiden dari 1-2 anak yang menerima bantuan dari kampanye ini.

ps: Bagi yang meragukan Yayasan ini. Tidak ada salahnya dengan selalu berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Jika anda meragukan sedikit saja mengenai keberadaan, kegiatan ataupun penyaluran bantuan yang dilakukan oleh Yayasan Tunas Cendekia, kami sarankan untuk tidak mengeluarkan uang anda pada kami. Masih banyak yayasan, organisasi atau perusahaan yang lebih professional, transparan dan nyata programnya yang bisa anda dukung serta bantu. Semua itupun ujungnya sama-sama untuk membantu anak-anak Indonesia.

Yayasan besar saja terkadang dipersoalkan, apalagi kami yang tidak ada apa-apanya. Semuanya tinggal balik ke masing-masing punya nurani. Kepercayaan dari anda yang kami butuhkan untuk lebih bisa mengkoreksi program-program yang akan dan sudah dilakukan. Semoga dengan bantuan, kritikan, masukan dan doa dari anda, kita akan selalu bisa berkembang dan berbuat yang lebih baik lagi. Terima kasih atas kepercayan yang diberikan!

   

Solidaritas Kebersamaan

21 Feb 2005

Di Amerika mulai dari Robin Williams, Sheryl Crow sampai John Kerry memakai gelang yang berwarna kuning untuk mendukung penelitian kanker. Di daratan Eropa Bono (U2), Bob Geldof, Keane, Jamelia, Minnie Driver dan Nelson Mandela memakai yang berwarna putih untuk memerangi kemiskinan. Dari lapangan sepakbola David Beckham dan Frank Lampard memakai warna biru mendukung kampanye anti-bullying, sementara Thiery Henry dan Ronaldinho meluncurkan yang hitam dan putih untuk menghilangkan rasialisme.

Saat ini gelang-gelang yang dipakai oleh para publik figur ini merupakan bagian dari simbol kepedulian global baru yang dipakai oleh jutaan orang di dunia.

Pertama di Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia, bulan Maret 2005 ini Yayasan Tunas Cendekia (YTC) menggelar/mengadakan kampanye Gelang Peduli Anak Indonesia. YTC akan mengumpulkan dana melalui hasil penjualan Gelang Peduli Anak Indonesia berwarna merah dan bertuliskan semangat ‘solidaritasKEBERSAMAAN’

Penjualan gelang seharga Rp.10.000* ini akan disalurkan langsung melalui program-program yang mendukung peningkatan pendidikan anak-anak Indonesia. Kampanye melalui penjualan gelang peduli ini dimulai dengan kesuksesan kampanye Wear Yellow yang dilakukan oleh Lance Armstrong Foundation. Gelang Peduli (Support Wristband) ini telah menjadi ‘produk’ populer yang sedang digunakan oleh banyak yayasan atau organisasi individu untuk mengumpulkan dana sosial, serta para individu untuk menunjukan kepedulian mereka.

‘Kak’ Seto Mulyadi (Ketua Komnas Perlindungan Anak) dan dikDOANK (Presenter Olahraga, Musisi) menjadi duta kampanye pertama yang tampil dalam iklan media cetak untuk mendukung kampanye Gelang Peduli Anak Indonesia.

Tebarkan pesan, tunjukan kepedulian dan dukungan kita semua, dengan memilki serta memakai Gelang solidaritasKEBERSAMAAN. Bantu YTC menghimpun dana sekaligus menyebarkan semangat kepedulian terhadap anak Indonesia dengan memakai Gelang solidaritasKEBERSAMAAN.

Gelang ini akan menjadi lambang gerakan global terhadap kepedulian anak Indonesia.

Gelang solidaritasKEBERSAMAAN dijual dengan dua ukuran ‘adult’ dan ‘youth. Dapat diperoleh seharga @ Rp.10.000,- melalui situs ini atau 0813 1939 2773.

Hasil penjualan akan disalurkan kepada program-program peningkatan pendidikan dan perlindungan anak Indonesia.

   

Kenapa Pakai Gelang?

13 Mar 2005

Banyak alasan yang dikatakan orang mengapa dia memakai gelang solidaritasKEBERSAMAAN. Merupakan suatu kehormatan jika anda mau bergabung dengan banyak orang yang sudah memakainya. Mereka pakai gelang untuk menunjukan kepedulian terhadap nasib masa depan anak-anak Indonesia. Bukan berarti yang tidak pakai tidak peduli. Bisa jadi akan lebih baik jika anda peduli dengan anak-anak, dengan di tambah memakai gelang ini tentunya akan banyak keluarga, teman dan rekan yang mengikuti jejak anda. Ingat. Semakin banyak yang peduli. Semakin banyak yang akan terbantu.

Kalau pernah merasakan terbantu oleh peran orang tua, guru, pendidik, mentor, pemberi beasiswa, orang tua asuh atau siapa saja yang berpengaruh dalam hidup. Tentunya makna dari gelang ini akan jauh lebih dalam. Apa lagi bagi anak-anak Indonesia yang akan terbantu, baik secara materi maupun melihat semangat kepedulian yang kita tunjukkan kepada mereka.

Kepedulian yang ditunjukkan dengan pemakaian gelang solidaritasKEBERSAMAAN semoga menjadi pernyataan bersama. Walaupun kita berbeda satu dengan yang lain dalam hal nasib, status ekonomi, suku, agama, maupun pendapat tentang BBM, tapi kita semua punya satu kepedulian yang sama. Kerinduan akan masa depan bangsa yang lebih baik lagi. Bukan untuk generasi kita saat ini, tapi bagi generasi anak cucu kita yang akan saling bahu membahu membangun bangsa ini. Jangan biarkan mereka mengalami apa yang kita alami saat ini.

Gelang bisa dipakai setiap hari. Menimbulkan pertanyaan teman, berakhir dengan mengajaknya untuk sama-sama pakai.

Gelang bisa dipakai secara bersama-sama dengan yang lain dalam acara keluarga, sekolah, kampus, kantor maupun organisasi anda. Menunjukan kepedulian secara kolektif kepada yang lain.

Gelang bisa menjadi cinderamata bagi teman atau rekan dari atau yang berada di luar Indonesia. Menyebarkan kepedulian secara global.

            Juwono Sudarsono
Gelang ABG Juwono Sudarsono

Juwono Sudarsono (GATRA/Edward Luhukay)MENTERI Pertahanan Juwono Sudarsono sudah lama berhenti mengajar. Tapi perhatian dan komitmennya terhadap dunia pendidikan Indonesia tak pernah surut. Sejak tiga pekan lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di zaman reformasi ini selalu mengenakan "gelang merah" bertuliskan "Solidaritas Kebersamaan" di pergelangan tangan kanannya. "Ini gelang kepedulian terhadap pendidikan," kata Juwono kepada Luqman Hakim Arifin dari Gatra.

Sekilas gelang itu terlihat seperti gelang gaul anak-anak ABG, tapi Juwono sama sekali tak malu. Dalam berbagai kesempatan bertemu sesama menteri atau para duta besar negara sahabat, tanpa sungkan mantan Dekan FISIP Universitas Indonesia itu menjelaskan arti gelang tersebut. "Saya beli Rp 10.000," ungkap Juwono. Ia membeli dari salah satu anaknya yang kebetulan aktif di Yayasan Tunas Cendekia. 

Anak Indonesia yang Dibantu

22 Mar 2005

Tentunya dengan bantuan anda, kita akan mencoba semaksimal mungkin untuk membantu anak-anak Indonesia dimanapun mereka berada. Berikut sekedar gambaran bantuan apa yang bisa dilakukan.

Mobil
Kedua mobil ini merupakan mobil Pos Indonesia. Mobil tersebut dijadikan semacam mobil keliling yang membawa para relawan Komnas Perlindungan Anak untuk menghibur anak-anak korban Tsunami di Aceh. Kita berharap bantuan yang masuk dari anda bisa membelikan dua mobil yang menjadi mobil perpustakaan keliling bagi anak-anak di daerah bencana.

Kak Seto Beraksi
Dengan mobil tadi, para relawan bisa mendatangi anak-anak di berbagai daerah terpencil yang jarang terjangkau secara rutin oleh badan bantuan lain. Para relewan dari Komnas Perlindungan Anak akan menghibur mereka dengan berbagai permainan dan pertunjukan yang mendidik. Seperti anda lihat foto di atas, Kak Seto sedang beraksi dengan Si KOMO!

Perempuan
Lihat betapa senangnya mereka!

Laki-Laki
Lihat betapa semangatnya mereka untuk bisa belajar dan bermain!

Semangat
Walaupun keadaannya jauh tidak seberuntung kita. Tapi semangat untuk hidup jalan terus!

Senyum
Sudah saatnya kita memastikan senyum ini, bisa juga diperlihatkan oleh semua anak-anak Indonesia

Semua foto oleh: Pipit.

Rencana Program
Rencana realisasi hasil penjualan gelang di dua bulan pertama (February-Maret’05)
mobil perpustakaan
Mobil Perpustakaan Keliling

   

   

            

         

logo - return to homepage donate now!

   

 

www.savethechildren.org.uk   

where we work / South East & East Asia / Indonesia

> Introduction | Child Protection | Education | Health   <>
Children in Indonesia – the world’s fourth biggest country – are suffering from a severe economic crisis and heightened violence and conflict.

Poverty has doubled in the last few years – and over 32 million children are living below the poverty line. Political turmoil has led to an increase in violent conflict between different ethnic groups, leading to the displacement of over one million people.

Save the Children has been working in Indonesia since 1999 – after the East Timor emergency.

We work in Ambon, Buton, North Maluku, West Kalimantan and West Timor with communities affected by the various conflicts, focusing on: education, health and child protection.

latest


get involved / individual donations

Save the Children is the UK’s largest international children’s charity. You can support our work in the UK and overseas by making a charity donation online. Without the generous help of supporters like you, our important charity work could not continue. Your charitable donations to Save the Children can be made in a variety of different ways.

Please review how we use your donations before considering the many ways you can donate, as an individual, to Save the Children.

From every £1 you give us, we spend 79p on direct charitable expenditure to benefit children. With the remaining 21p, we got out and raise another £1
From every £1 you give us, we spend 78p on direct charitable expenditure to benefit children. With the remaining 22p, we got out and raise another £1
> online donations - make a credit card or debit card donation online via our secure server.

> offline donations - send a donation by post or call us on 020 7012 6400 to donate by telephone.

> regular donations - a monthly or annual gift by standing order helps us plan for the future and reduces administration costs.

> major donations - the Private Appeal raises money through exciting events and major gifts from generous individuals.

> gift aid - Gift Aid allows Save the Children to claim tax back from the Government on all your donations.

> legacies - a legacy in your Will can provide a happy and secure childhood for future generations.

> payroll giving - a direct donation from your salary or pension is tax-free and convenient.

> share giving - currently tax laws make share donations an efficient and simple way for individuals and companies to help.

> credit card - sign up for the Save the Children Visa Card and credit children every time you shop.

> CAF card - visit CAF’s website to make an online donation using your CAF card. Alternatively donate by telephone by calling our hotline number 0845 600 8241. (Lines open 9am - 5pm Mon-Fri, automated answerphone at all other times.)

> child link - your opportunity to be part of something amazing. Help the world’s most vulnerable children, with just £15 a month.

The big picture

Click for a detailed map (PDF)

This map does not reflect a position by UNICEF on the legal status of any country or territory or the delimitation of any frontiers.

Indonesia’s population grows by about 3 million each year and has high urban population growth, straining its cities capacity to provide housing and social services. The country continues to suffer from a prolonged economic and monetary crisis and serious concerns remain. Among these are: the impact of decentralization on the poor, inadequate allocation of resources from central level and the absence of minimum standards or regulations for basic services.

Conflict and violence across the archipelago has harmed, traumatized and displaced children and women on a massive scale. The vast majority of Internally Displaced Persons (IDPs) are women and children and is estimated to be some 1.4 million.

UNICEF priorities

The priorities for UNICEF action include:

  • Promoting effective home-based care for young children and women, and the prevention and early treatment of illness. This will support home visits by front-line workers and strengthen community-based activities between village residents and sub-district health centres to foster proper caring practices and behaviours.
  • Education programmes will focus on structural problems that block access, contribute to high drop-out rates and negatively affect the quality of the educational system. The programme will emphasize improving the readiness of children for formal education, strengthening school autonomy and local management of educational resources, and promoting parent-teacher associations as active participants in the educational process. The programme will also reach out to women and out-of-school youth, offering activities that provide life skills and functional literacy to those outside the formal system.
  • Child protection priorities support social and legal protection against all forms of discrimination, violence, exploitation, abuse and neglect of children in both urban and rural areas, with particular attention to girls. Areas addressed include commercial sexual exploitation, the sale and trafficking of children, child abuse, children who live and work on the street, birth registration and juvenile justice. UNICEF will help to strengthen national and provincial child protection bodies and will support legal reform and improved enforcement of existing laws.
  • The vast Indonesian archipelago is prone to a variety of natural disasters, including earthquakes, volcanic eruptions and floods, which have a devastating impact on normal life and trigger longer-term negative consequences for affected populations. Similarly, as recent events have shown, economic disruption and social unrest can pose serious threats to the lives and well-being of children and women. UNICEF’s emergency support programme will address the priority needs of children and women caught up in emergency situations. Special attention will be given to the rapid response to the immediate and short-term needs of children and women with pre-planned inputs such as fortified food, water and sanitation facilities, medical and educational supplies, and interventions to deal with psycho-social trauma.             

               Donate now         

   


Indonesia


Photo essay: Aceh: First Days after the Tsunami

UNICEF aid arrives on Indonesian island hit by earthquake
 
Tsunami survivor helps her community recover

UNICEF responds quickly to massive earthquake off Sumatra

Massive earthquake strikes Sumatra

Español Français              Donate now               

Video

March 2005:
Steve Nettleton interviews Yustiti and reports on UNICEF’s efforts to rebuild schools in Banda Aceh.

Low | High bandwidth (Real player)


March 2005:
Ken Maskall UNICEF Head of Office in Aceh discusses how the money donated to UNICEF is being spent to help children.

Low | High bandwidth (Real player)

Journalists:
Broadcast-quality
video on demand
from The Newsmarket

Mari bersama - sama kita bantu ANAK INDONESIA!!!

Best regards,
*BILLY*

Related links>>>

InterAction
http://www.interaction.org/
InterAction is the largest alliance of U.S.-based international development and humanitarian nongovernmental organizations. With more than 160 members operating in every developing country, we work to overcome poverty, exclusion and suffering by advancing social justice and basic dignity for all.
International Medical Corps
http://www.imcworldwide.org/index.shtml
International Medical Corps is a global humanitarian nonprofit organization that saves lives, relieves suffering and restores self-reliance through health care training and relief and development programs.
International Rescue Committee
http://www.theirc.org/
Founded in 1933, the International Rescue Committee is one of the world’s largest nonsectarian, nonprofit organizations providing relief, rehabilitation, protection and resettlement services for refugees, displaced persons and victims of oppression
Mercy Corps
http://www.mercycorps.org/home/
Mercy Corps is a not-for-profit organization that exists to alleviate suffering, poverty, and oppression by helping people build secure, productive, and just communities.

Citizens for Global Solutions
www.globalsolutions.org
Citizens for Global Solutions is a grassroots membership organization that envisions a future in which nations work together to abolish war, protect our rights and freedoms, and solve the problems facing humanity that no nation can solve alone.
Concern Worldwide
http://www.concernusa.org
Concern Worldwide is a non-denominational, voluntary organization committed to the relief, assistance and advancement of peoples in need in less developed areas of the world, while concentrating on the poorest people in its countries of operation.